Dikerjakan pada tahun 1996, Benjamin Lumantarna bertindak sebagai perancang struktur (Design Engineer) untuk gedung perkantoran setinggi 20 lantai ini. Gedung ini menjadi salah satu markah tanah paling ikonik di Surabaya dengan struktur modern yang kuat menahan beban gempa dan angin.
Intiland Tower, sebelumnya Wisma Dharmala, merupakan salah satu karya arsitektur paling unik di Indonesia karya arsitek legendaris dunia, Paul Rudolph. Benjamin Lumantarna terlibat dalam riset, pemodelan, dan evaluasi kekuatan elemen struktural gedung pencakar langit ini untuk memastikan bahwa bentuk geometris dan fasadnya yang rumit tetap memiliki ketahanan seismik yang optimal.
Masih di tahun 1996, Benjamin Lumantara dipercaya untuk merancang struktur kompleks gedung kampus Universitas Katolik Atma Jaya di Jakarta. Proyek skala besar ini mencakup gedung utama bertingkat tinggi setinggi 30 lantai serta fasilitas gedung parkir yang sangat luas setinggi 14 lantai.
Desain struktur menara tinggi tunggal seperti ini membutuhkan perhitungan beban angin dan analisis ketahanan gempa yang sangat presisi agar bangunan tidak mengalami defleksi atau kegagalan struktur pada puncak menara. Sebagai pakar rekayasa gempa, beliau berhasil merancang sistem struktur beton bertulang yang kokoh untuk menopang monumen skala besar ini.
Gedung ini memiliki ketinggian 10 lantai dengan arsitektur bergaya klasik Eropa modern yang sangat megah. Benjamin Lumantarna merancang sistem balok atau rangka struktur atas yang sangat kuat untuk menyalurkan beban lantai-lantai di atasnya langsung ke kolom-kolom tepi, sebuah kalkulasi tingkat tinggi untuk gedung bertingkat bertipe high-occupancy (kepadatan tinggi) yang menuntut adanya konsep open space untuk memastikan tidk adanya halangan dalam pandangan tamu.